So Little Time
Mboh April 15th, 2008
So little time so much to do.
Aaaaaaaaarrrrggghhhh….!!!! Give me more time…Please…..
Sesak. terengah-engah. Semoga saja ga mati di jalan. Hahahahahaha….
So little time so much to do.
Aaaaaaaaarrrrggghhhh….!!!! Give me more time…Please…..
Sesak. terengah-engah. Semoga saja ga mati di jalan. Hahahahahaha….
Pagi ini saya sukses merobohkan sederetan sepeda motor di parkiran sebuah bank. Dan menyusahkan banyak orang untuk menegakkan sepeda motor-sepeda motor itu kembali.
Gara-gara saya ga lincah dalam mengeluarkan mundur sepeda motor saya, maka jatuhlah ia menimpa sepeda motor disebelahnya dan terus beruntun sehingga sukseslah semua sepeda motor itu terbaring. Saya cuma bisa berdiri mematung melihat semuanya. Kaget, shock, bersalah sekaligus kagum. Hehehehe… Kereeenn…
Maaf..maaf…telah merepotkan sodara sekalian.. Terima kasih..terima kasih.. sudah membantu saya..

Klik gambar diatas untuk versi yang lebih jelas.
Artinya :
Kotak kiri
Co : Boss-ku yang sekarang tukang minta, ternyata..
Ce : Lho ko boss gitu ya mas
Kotak tengah
Co : Lha memang iya mbak. Nyebelin banget.
Ce : Lha memangnya minta apa mas?
Kotak kanan
Co : Lha iya. Apa-apa pasti “minta permisi” (sumpah ga tau bahasa indonesia untuk nyuwun sewu itu apa), “minta maaf” sama “minta tolong”
Ce : halah..
Iseng saya search “tlacap” yang merupakan nama lain dari Cilacap, kota kecil tempat tinggal saya. Alih-alih mendapatkan apa yang saya harapkan, justru jawaban mengejutkan yang saya dapatkan.

Cilacap, the most beautiful city in Indonesia? Hell yeah…!!!!!
“Ketika asa terbentur realita, masih mampukah logika menjadi nyata?
-sang pencintamu-”
Sebuah pesan pendek dari seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan keriuhan dan berjuta warna warni kebahagiaan. Beberapa menit saja setelah kunjungannya di rumahku. Berbincang tentang pekerjaan, cuaca, film, bahkan gosip artis, apapun kecuali masa lalu kami. Aku tak berani. Mungkin dia berpikiran sama. Tapi tatapannya padaku masih sama. Disana masih ada cinta dan harapan. Tapi tidak di mataku. Bagiku semua sudah berakhir. Sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kuarsip dalam file bernama “OLD STORY”. Read the rest of this entry »
Postingan ini dari blog saya yang lain. Belum sempet bikin postingan. Jadi ini saja dulu. Hwehehehehehehe…
Sore itu sembari menunggu jam pulang kantor, hanya tinggal kami berdua yang tersisa dalam ruangan. Tak ada sesuatu yang dikerjakan, hanya saja kami sama-sama malas untuk pulang. Maka jadilah kami hanya duduk berbincang, meski tanpa ditemani kopi, hanya secangkir teh manis hangat.
“Hidup itu sebenarnya terdiri dari 4 tahapan. Pernah dengar?”, Pak Waisman membuka perbincangan.
Saya tak menjawab. Menunggu beliau melanjutkan apa yang ingin disampaikannya pada saya.
Sambil memandangi jalanan depan kantor kami yang mulai sepi kendaraan, dia memulai penjelasannya. “Empat tahapan itu adalah bermain, belajar, bekerja dan beribadah. Sejak kamu lahir hingga umur belasan kamu lagi senang-senangnya bermain. Saat itulah masanya kamu bermain.”
Hmm…saya berpikir, masa iya sih hanya sampai belasan saja. Lha saya sampe sekarang saja masih merasa senang bermain ko. Tapi saya ga mengatakan apa-apa. Hanya mengangguk-angguk. “Lalu yang kedua apa Pak?” Read the rest of this entry »
Welcome to dagdigdug.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!